1. 2.

16 Maret 2011

Gempa Jepang Berpotensi Ancam Perdagangan RI

Jakarta, PB - Gempa dan tsunami yang melanda Jepang beberapa waktu lalu harus diantisipasi dampaknya oleh pemerintah Indonesia.

Dari sisi perdagangan misalnya, ekspor-impor Indonesia dengan Jepang bisa terganggu, padahal Jepang adalah salah satu mitra dagang terpenting Indonesia. Dari sisi ekspor, ekspor migas ke Jepang mencapai 33,11 persen dari total ekspor migas Indonesia. Sementara ekspor non migas mencapai 12,71 persen dari total ekspor non migas Indonesia.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Ecky Awal Mucharam di Parlemen, Rabu (16/3). “Dilihat dari data tersebut ada kemungkinan bahwa kinerja ekspor kita akan terganggu karena berkurangnya permintaan Jepang akan energi dan barang-barang ekspor lainnya. Padahal nilai ekspor ke Jepang itu nomor satu melampaui ekspor kita ke Amerika Serikat dan China,” kata Ecky.

Politisi muda dari PKS ini juga menekankan adanya dampak tidak langsung terhadap Indonesia, misalnya China yang ikut kehilangan pasar ekspornya di Jepang, akan mencari pasar baru. “Saat krisis tahun 2008 melanda Amerika Serikat kondisinya juga sama, kita kebanjiran barang ilegal China karena pasar mereka di Amerika tengah lesu. Pemerintah perlu mengantisipasi hal ini,” ujar Ecky.

Dari sisi impor, menurut Anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat ini, walaupun impor migas tidak signifikan karena hanya 0,2 persen dari total impor migas Indonesia, namun impor non migas dari Jepang mencapai 15,62 persen dari total impor Indonesia. “Sekitar 93 persen impor kita itu untuk bahan baku penolong dan barang modal, hanya 7 persen yang untuk barang konsumsi. Jadi jika impor terganggu, kinerja industri kita akan ikut terpengaruh,” kata Ecky.

Menurut Ecky, apa yang terjadi di Jepang saat ini harus menjadi pelajaran sekaligus motivasi bagi pemerintah untuk terus melakukan diversifikasi pasar ekspor dan impor untuk mengurangi ketergantungan ekonomi Indonesia. "Sehingga jika ada negara mitra dagang terkena krisis atau bencana dampaknya tidak terlalu besar bagi Indonesia,” tutupnya.(inc/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Staff Redaksi



Hendrik S (Polda Metro Jaya) Valentinus MS (Jaksel) Gorby, Robin S (Jaktim) Ramdani BE, Agus Subarkah (Jakpus) (Jakut) Biro Bekasi :Sepmi R (Kabiro) , Joni Sitanggang, Binton Juntak, Mustofa, Ringan Simbolon, Haerudin, Herman Sitanggang, Mulayadi TH, Togar S, Banjarnahor, Syafi'i M, Biro Kab.Bogor :Irawan (Kabiro), Ucup Supriyadi, Rizal Aska, Depok : Radot S, (Kabiro), Karawang : Ade Junaidi (Kabiro), Rihas Purnama YM, Edi Askam, Mustamir, Otong, Wawan, Junaedi, Sopyan Junior, Mumuh MuhamadMursid. Perwkln Jabar: Idris C.Pasaribu (Ka Prwkl), Ungkap M, Deni Ridwan, Parasman. Biro Cimahi : Martunas S. Prwkln Lampung : Irmiadi (Ka.Prwkln) Suwardi, Suripto, nano Wijaya, Sutiyo, Suseno, Sujono, Herry, Adhie, Elik Yulianto, Israludin, Rimanda K Saputra. Kab Tanggamus : MBadri Ma'ruf. Prwkln Jambi : Sabarudin Nasution SE (Ka.Prwkl), Biro Tanjabbar : Abdul Munir, M.Syarif Hidayat. Biro Kab/Kota Siantar : Buhardo Siahaan. Biro Sulselbar : fadly Syarif (Ka.Biro)